- Mendikdasmen Pastikan Efisiensi Anggaran Rp 8 Triliun Tidak Sentuh Dana BOS dan PIP
- Tawuran Pecah di Penjaringan, Satu Pria Tewas
- Ratusan sopir truk menggelar unjuk rasa di depan New Priok Container Terminal One
- Disdik Ungkap Skandal Korupsi Dana PIP Siswa di SMKN 52 Jakarta, Oknum Honorer Gelapkan Bantuan Sisw
- Dugaan Penyelewengan Dana PIP Siswa, Kepsek Parungpanjang Terancam Dicopot
- Remaja Disabilitas Diduga Disodomi Pemulung di Pademangan
- Pria di Penjaringan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Sakit
- 2 Pria Tenggelam di Kali Ancol Jakarta Utara Berhasil Ditemukan Kamis Pagi
- Sudah 2 Bulan Banjir Rob Rendam Muara Angke, Warga: Saya Sangat Terganggu
- Masuk Sekolah Awal Tahun 2025 Tanggal Berapa? ini Jadwal Terbarunya!
BMKG Peringatkan Cuaca Exstrem Akhir Tahun 2024, Mirip Seperti Tahun Baru 2020

Keterangan Gambar : istimewa
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan potensi cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi hingga awal tahun 2025. Fenomena atmosfer yang beramplifikasi, seperti La Nina lemah, Madden Julian Oscilliation (MJO) dan seruakan dingin dari Asia menjadi faktor utama yang memengaruhi cuaca Indonesia.
“Fenomena ini mirip dengan yang terjadi pada akhir 2019 hingga awal 2020, saat curah hujan tinggi menyebabkan banjir di Jabodetabek,” ungkap Guswanto dalam acara Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (19/12).
Antisipasi Banjir Akhir Tahun
Langkah modifikasi cuaca ini bukan kali pertama dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Menjelang musim penghujan, pemerintah daerah rutin melaksanakan operasi serupa untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Baca Lainnya :
- Kodim 05/02 Jakarta Utara Borong Prestasi di Ajang Kasad Kampung Pancasila 2024!0
- Wahyu Bocah 10 Tahun di Cilincing, Berat Badan Cuma 9 Kilogram, Menderita Pengecilan Otak0
- Ibu Tiri di Cilincing Tega Aniaya Dua Anaknya hingga Lebam dan Kejang0
- Pencurian Sepeda Motor di Koja: Motor Genio Raib dalam Hitungan Detik0
- Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pos RW Daerah Rawa Badak Selatan Koja0
Modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya preventif untuk mengelola dampak buruk akibat hujan deras. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari rencana jangka pendek dalam menghadapi perubahan iklim yang memengaruhi pola curah hujan.
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Pelaksanaan OMC ini melibatkan kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk ahli cuaca dan pilot pesawat yang berpengalaman. Sebelum penerbangan dilakukan, tim memastikan data meteorologi diperoleh secara akurat agar operasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Penggunaan garam dalam modifikasi cuaca sudah terbukti efektif dalam memicu kondensasi pada awan sehingga hujan dapat turun di area tertentu yang tidak berdampak langsung pada kawasan rawan banjir.
Harapan dan Evaluasi
Dengan adanya operasi ini, Pemprov DKI berharap masyarakat Jabodetabek dapat terhindar dari bencana banjir yang berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial. Keberhasilan operasi ini juga akan dievaluasi secara menyeluruh untuk dijadikan referensi dalam pelaksanaan operasi serupa di masa depan.
Modifikasi cuaca merupakan solusi inovatif yang terus dikembangkan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas wilayah perkotaan yang rentan terhadap perubahan iklim. Operasi ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melindungi warganya dari ancaman bencana alam.
Video Terkait:
